5 cm

5cm Film Foto1

5 cm seperti biasanya adalah film yang diambil dari novel sukses. Walaupun Gue bukanlah sineas tetapi cukup berani mengatakan bahwa membuat film dari novel apalagi sukses itu adalah sebuah tantangan. Penonton sudah tau plot ceritanya sebelum menonton. Bagi Gue, ada dua hal yang akan menghilangkan kebosanan. Pertama dan mungkin tidak boleh adalah dengan mengubah sedikit atau banyak plot cerita. Tentunya dengan memasukan Harry Potter ke asrama Slytherin akan membuat penonton meninggalkan bioskop lebih awal. Kedua adalah dengan membuat bagian cerita dalam tayangan gambar yang sangat menarik.

Awal film 5 cm sebenarnya keren. Perkenalan masing-masing tokoh sangat baik sehingga Gue berpikir film ini akan bagus. Apalagi sebelum menonton banyak orang yang memuji film ini. Tetapi lama-lama membosankan dan bahkan 5 cm menjelang pita film habis Gue belum menemukan bagian menarik dari film ini. Oke ini adalah masalah selera dan selera Gue bagi Gue sangat tinggi memang. Gue menginginkan film dengan detail bagus dan realistis jika bukan film fiksi, cerita yang menarik, pengambilan gambar memuaskan mata serta tentu saja akting yang bagus.

Detail sangat buruk di beberapa bagian juga ada bagian yang bagus sebenarnya. Walaupun Gue belum pernah mendaki gunung semeru tetapi pertanyaan Gue adalah mungkin tidak setelah mendaki berjam-jam pipi tetap segar, bibir masih merona serta rambut tertata rapi. Terutama dua cewek seksi yang mungkin secara fisik tidak seperti pembawa acara petualangan wanita di National Geographic. Ditambah lagi, Gue selalu melihat jeans Riani masih tampak baru walaupun sudah mendekati puncak.

Untuk cerita, hmm karena sudah tau dari awal sehingga yah begitu-begitu saja. Namun jika Gue membayangkan orang yang belum menonton film ini, makna 5 cm itu sendiri sebenarnya tidak terlalu kuat. Memang tidak perlu sepanjang film tetapi seharusnya untuk gambar tentang makna angka tersebut seharusnya dibuat lebih bagus lagi.

Pengambilan gambar sangat baik di beberapa bagian. Pertama tentunya awal film. Kemudian kedua dan bisa jadi terakhir adalah ketika adegan dari stasiun senen hingga malang. Gue sangat suka dengan suasana stasiun senen, orang-orang sekitar bahkan sampai gambar tentang pengaturan rel. Selebihnya sebenarnya cukup mengecewakan terutama bagian di pegunungan. Keindahan terutama langit sebenarnya dapat lebih baik lagi. Mungkin jika mereka belajar lebih banyak dengan menonton saluran 202 di indovision, pengambilan gambar di alam akan lebih spektakuler lagi. Ada adegan batu jatuh dari pegunungan. Logika Gue secara fisika dan medis, Ian harusnya meninggal ditimpa batu sebesar itu dari ketinggian setinggi itu. Tetapi si gendut tetap hidup hingga akhir film. Adegan lain yang mengecewakan ketika Ian yang bertemu dengan seseorang untuk quesioner skripsinya seharusnya lebih kuat dan detail lagi. Sejujurnya bagian itu adalah favorit Gue di novel dan di film rasanya tidak dibuat dengan sebaik tulisannya.

Akting Zahran, Riana juga Ian bagi Gue sangat baik walaupun bagian dimana Ian senang dia akan kuliah manchester membingungkan. Ian menari-nari tidak natural. Ariel dan adeknya juga keren dan sebenarnya yang kurang asik itu cuma Genta. Tetapi semua jadi aneh karena satu hal. Film ini tentunya tentang persahabatan dan mungkin diantara mereka tidaklah dalam hubungan itu. Rasanya aneh saja melihat banyak adegan yang sepertinya terlihat dipaksakan. Jika para pembuat film melibatkan beberapa psikolog mungkin rasa persahabatan ini lebih natural. Atau memang ini adalah persabatan imajiner karena sangat aneh jika 5 orang menghabiskan akhir pekan selalu bersama dalam sepuluh tahun.

Menjelang akhir film ada anak kecil berbicara cukup keras di bioskop, “Film apaan ini Yah, kapan habisnya nih.” Anak kecil dan juga Gue hanya jujur dengan mengakatan bahwa hal yang ditunggu selama menonton film ini adalah akhir film agar bisa keluar bioskop.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s