Ceramah Salah Kaprah?

Pak Anies Baswaedan memberikan ceramah nikah yang bagus dan positif

Pak Anies Baswaedan memberikan ceramah nikah yang bagus dan positif

Suatu hari sabtu yang terlalu cerah di daerah cawang, Gue menghadiri akad nikah dan resepsi pernikahan saudara sepupu Gue. Baru saja pukul sembilan pagi namun temperature sudah mulai tinggi, mungkin sama seperti menjelang dzuhur.

Gue masuk ke mesjid dan sisanya berjalan normal. Dimulai dari penghulu yang garing menanyakan kesiapan mempelai pria untuk jadi suami dan punya bmw. Apa hubungannya? Entahlah, tetapi pria yang relatif sama baiknya akan lebih baik jika dia punya BMW. Mungkin kalau penghulunya menyebut lamborgini aventador akan lebih seru.   Lalu mempelai wanita yang entah mengapa ada di balik dinding juga dicandai oleh sang penghulu.

Seletah ijab kabul yang cuma sekali saja, barulah ada cerita yang menarik untuk diceritakan. Inilah bagian yang Gue tidak mengerti dan menjadi budaya sepertinya, baru saja menikah sudah ditakut-takuti.

Dimulai dari penghulu yang mengingatkan pernikahan itu sangat berat dan sang suami harus menjaga agar tidak terjadi perceraian. Belum satu jam dan istri masih perawan sudah membahas perceraian. Lalu ditambah lagi ada ceramah agama yang bernada sama : pernikahan itu bukanlah hal yang mudah dan kedua mempelai harus bekerja keras untuk menjaga rumah tangga mereka. Uztad juga menjabarkan tentang masa-masa sulit dalam rumah tangga.

Beliau-beliau ini, sang penghulu dan ustad, dalam konteks penyampaian nasehat tidaklah salah. Ini hanya opini pribadi Gue, seharusnya kedua mempelai diingatkan kembali bahwa pernikahan itu indah. Menjalankan sunnah rasul dan menjauhi diri dari zina dengan kenikmatan bercinta. Boleh juga mengingatkan tentang tanggung jawab, namun dengan porsi atau bahasa yang diatur.

Gue menakutkan bahwa ini budaya. Tidak hanya tentang pernikahan tetapi juga lebih umum lagi. Misalkan anak berseragam putih merah pergi sekolah. Tidak diingatkan betapa berharganya pendidikan tetapi malah dinasehati agar tidak melawan guru atau menghajar teman sebangku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s