Cinta Tidak Satu Parameter

Gue mau menulis cerita tentang cinta dan mantan, tetapi tulisan ini bukan tulisan beraura negatif sehingga tabu untuk diceritakan. Hal tabu untuk bercerita tentang mantan karena kemungkinan untuk bersemi kembali. Bersemi kembali secara legal mungkin tidak masalah tetapi jika secara ilegal alias selingkuh. Nah, secara jujur yang terdalam tidak ada niat untuk itu.

Jadi kali ini, cerita tentang mantan merupakan awal pemikiran pagi hari yang cerah setelah menonton beberapa video dari youtube yang mungkin tidak ada hubungannya. Lalu setelah nonton youtube, Gue melihat biro arsitek dengan nama parametr yang pada akhirnya sedikit berhubungan.

Gue diberi kesempatan untuk pacaran dengan tiga orang sejauh ini dan orang ketiga yang sepertinya akan menjadi istri nantinya. Ketiganya punya kemiripan, wanita dan juga menempuh profesi dokter.

Ketiganya tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak hanya secara personal tetapi dalam hubungan dengan Gue. Membandingkan satu dan yang lain adalah hal yang manusiawi untuk diputar di otak. Perlahan tapi pasti, orang ketiga, maksudnya yang akan Gue nikahi, mendominasi sehingga kenangan dengan yang lain tidaklah menjadi sesuatu yang negatif atau sesuatu yang perlu diingat menjelang tidur.

Pada suatu pagi, Gue sempat kepikiran bagaimana jika Tuhan membalikan urutannya. Dari yang pertama, kedua dan ketiga menjadi kedua, pertama dan ketiga. Secara matematis ada 6 kemungkinan dan bisa jadi apapun kemungkinannya, keadaannya (mungkin) akan tetap sama. Gue akan menikmati hubungan dengan ketiga dan menikahinya.

Maksudnya adalah Cinta itu tidak satu parameter. (Ngetiknya sambil ketawa bangga karena otak Gue bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan bagaimana harus diet pada hari ini)

CInta itu tidak hanya bergantung kepada satu parameter saja, anggap saja kualitas wanitanya atau spesifiknya adalah kecantikan wanitanya sebagai parameter. Misalkan Gue pernah pacaran dengan Emma Watson, Emma Stone dan Emma Roberts. Seluruhnya sama-sama cantik tetapi mungkin hubungannya bisa jadi berbeda. Disaat pacaran dengan Emma Watson Gue baru mulai bermain bola untuk Liverpool dan akhirnya menjadi pemain inti. Disaat dengan Emma Stone Gue pindah ke Barcelona karena gemilang di Liverpool tetapi jadi cadangan abadi karena kalah bersaing dengan Lionel Messi. Dan ketika depresi di Barcelona Gue pindah ke AC Milan dengan bebas transfer lalu mulai menikmati bermain sepakbola lalu pacaran dengan Emma Roberts. Bisa jadi karir Gue mempengaruhi hubungan dengan Pacar. Ada dua parameter dan jika diruntut lagi akan ada begitu banyak parameter. Kombinasi parameter inilah yang menentukan seberapa baik hubungan dengan kekasih. Jadi ketika di barcelona,pacaran dengan Emma Watson, Stone atau Roberts bisa jadi seluruhnya tidak menyenangkan.

Apapun kombinasi parameternya, entah ini yang terbaik atau tidak, Gue merasa Tuhan sudah memberikan yang terbaik dan pastinya pada waktu yang terbaik juga. Tergantung Gue bagaimana berpikir dan menyikapinya. Sejauh ini (mayoritas) selalu memberikan senyuman walaupun dikejar tagihan katering dan sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s